May 08, 2011

sebuah cerita pendek.

saat itu sore hari. jalanan penuh dengan gerombolan manusia yang pulang letih setelah cukup menjalani hidupnya hari ini. seorang anak berlari kecil menerobos sela-sela robot-robot itu. tiba-tiba dia menemukan sebuah robot mainan tergeletak di jalan. dia berpikir, “siapa yang merasa sudah cukup tua untuk tidak lagi bermain dengannya?” dan dengan tenang dia memungutnya. dia membawanya ke rumahnya, dilemparkannya ke dalam kotak mainan, dan pergi mandi.

sehabis mandi dia menghampiri kotak mainannya, dunia kecil si arsitek kecil itu. secara psikologis, tentu yang dia cari pertama adalah mainan yang ditemukannya tadi. dia membaurkannya kepada mainan-mainannya yang lain seolah mengenalkan pacar baru kepada teman-temannya. dia menemukan bahwa robot mainan itu ternyata cukup mengasyikkan. dia kembali berpikir, “mengapa mainan seasyik ini ada kemungkinan dibuang?” dia lalu berpikir “apakah mungkin ini hanya terjatuh dari saku kecil anak lain?” dia memutuskan untuk mengembalikan robot itu kepada pemiliknya, atau paling tidak mencari pemiliknya untuk minta ijin memiliki robot itu agar dia tak merasa telah mencuri kesenangan orang lain.

dia memakai sweater birunya dan memasang sepatu barunya, dia bergegas untuk keluar mencari pemilik mainan itu mumpung masih sore. tapi saat tangannya yang bersih menyentuh gagang pintu, seseorang telah membuka pintu itu lebih dulu. seorang remaja berambut ikal dengan senyum menyapanya sembari memasuki ruang. “kakek mau ke mana?” tanyanya. “oiya kek, tadi robot mainanku jatuh di jalan. memang bukan barang yang paling berharga sih, tapi itu kan hadiah kakek. mau bantu aku cari itu gak, kek?”

anak itu tertawa dan menyerahkan robot mainan yang dia pegang ke cucunya itu.

0 comments:

Post a Comment