kuakui itu indah.
kuakui itu berwarna.
kuakui itu beralur.
kuakui itu sebuah cerita selayak fiksi-fiksi sinema.
aku tak pernah menyangka hidupku akan begini berwarna.
entah gembira atau hancur kualami dengan alur yang pasti dari kepastian tak nampak bernama takdir.
kebahagiaan terhapus kelelahan sesaat.
waktu yang datang dan akan datang tak dapat mentoleransi aku untuk sedikit lagi melanjutkan.
bagai seorang ibu yang galak dan membangunkan anaknya dengan paksa untuk sekolah.
aku terhenyak sekejap, serentak.
aku bangun di sore ini.
inilah sore umurku.
soreku dan senja oranye yang indah dimulai dari sini.
inilah sisa hariku.
aku telah mendapat pengalaman.
bagaimana menghadapi semua itu dan bagaimana menyelesaikannya.
jika ibarat aku hidup sehari, inilah sore.
sore, bagian ketiga dari suatu hari.
inilah soreku.
aku tetap menyukai sore.
aku tak berubah benci pada hal lain, hanya padanya yang dengan kerasnya menghentak leherku.
dia jenuh, aku pun dijenuhkannya.
maaf, jika kau tak ada di soreku.
kau hanya perempuan siangku.
inilah saatku menghadapi bagian ketiga dari waktuku.
sore.
inilah saat terindah di hariku.
langit beranjak oranye.
sekali lagi maaf, aku harus berterimakasih.
banyak.
sebanyak kesenanganku terhadap sore hari.
aku dulu mencintaimu, siang.
aku kini membencimu, siang.
dan ternyata hariku tak hanya untukmu.
aku akan menunggu di bawah langit oranye untuk soreku, saat peralihan hari menuju malam.
sore, bagian ketiga, aku menikmati hidup indahku.
akan tanpa terpaksa.
akan bangga.
sekian.
0 comments:
Post a Comment