February 10, 2012

Sparks

everybody is allowed to have different perception from each other.
pernah denger lagunya coldplay yang 'Sparks'?
coba cari kalo belum, dan selamat kalo sudah.

romantis.
mungkin itu yang terlintas pertama di suatu tempat di antara dua telinga anda dan kamu.
ya, Mr. Martin lagi-lagi membuatku bertanya bagaimana susunan imajinasi dan peta pemikirannya waktu menciptakan lagu itu.
and that song made him belong to one of those people i call 'stupid' -different 'stupid' from your thought, of course.

lagu ini saya golongkan lagu yang sekelas stop whispering-nya radiohead yang membawa tekanan udara sendiri jika di putar.
lagu ini juga membawa naluri berimajinasi saya ke tempat yang biasanya saya kunjungi jika sedang dalam 'that' mode.

ya, saya punya intepretasi untuk lagu ini.
LAGU ROMANTIS TENTANG BUNUH DIRI.
what do you think?

yah, pasti berbeda dengan anda-anda yang menganggap ini lagu tentang harapan -seperti pacarku yang mengenalkan lagu ini ke aku, kenangan, newborn love, atau smiley smile love stories.

maaf sebelumnya, tapi ini pemikiran saya dan cukup biarkan saya mendeskripsikan lagu ini seperti ini. pemikiran ini yang terbaik bagi saya, jadi mohon lebih baik buatlah posting sendiri tentang lagu ini daripada mengomentari dan menyalahkan saya.

saya akan terangkan peta pemikiran saya, tapi silahkan simak dulu lirik lagu ini:

Sparks - Coldplay

did i drive you away?
i know what you'll say
you'll say 'oh, sing one we know'

but i promise you this
i'll always look out for you
that's what i'll do

i say 'oh'
i say 'oh'

my heart is yours
it's you that I hold on to
that's what I do

and I know I was wrong
but I won't let you down
Oh yeah, yeah, yeah I will, yes I will

i say 'oh'
i cry 'oh'

and i saw sparks
yeah i saw sparks
and i saw sparks
yeah i saw sparks
sing it out

la la la la, oh
la la la la, oh

dan bagaimana lagu tersebut membawa kematian bagiku?
saya terangkan persepsi saya dari liriknya:

did i drive you away?
i know what you'll say
you'll say 'oh, sing one we know'
bagian ini saya anggap sebagai sebuah introductory kepada dunia bahwa hubungan mereka bermasalah dan mereka sedang bertengkar hebat. kalimat pertama saya anggap sebagai tanda si laki-laki is now driving a car entah untuk nyusul si cewek yang kabur atau ngelanjutin perjalanan setelah si cewek turun dari mobil itu juga sehabis bertengkar. atau yang paling sinematis adalah si cowok lagi keluar cari udara segar karena galau betengkar sama tu ceweknya.

but i promise you this
i'll always look out for you
that's what i'll do
dua persepsi saya terapkan di sini. 1) bagian ini adalah bagian yang jumping menurut saya. saya tidak pernah berkata ini salah posisi, tapi ini yang memang dibuat begini. jadi ceritanya ini tentang arwah si cowok yang berjanji bakal jadi guardian angel-nya si cewek. jadi penegasan kalo si cowok mati. 2) persepsi kedua saya adalah si cowok telah memutuskan ato minimal memikirkan buat mati while he's driving dan bagian ini jadi semacam dying message yang mengatakan kalo si cewek gak usah khawatir kehilangan dia, dia bakal selalu ada buat ngejaga si cewek kok.

i say 'oh'
i say 'oh'
 inilah yang paling misterius buat saya. apa maksud dari 'oh'. sebelumnya maaf, kalau yang ini tanpa analisa yang dalam, tapi saya duga kata 'oh' ini adalah sebuah moaning yang dilakukan si cowok. entah karena masalahnya sama si cewek ato karena dia mau mati. istilah jawanya sambat.


my heart is yours
it's you that I hold on to
that's what I do

di bagian ini saya merasa bahwa si cowok lebih menegaskan bahwa dia benar-benar sayang sama si cewek. selain itu terdapat bagian romantis di sini. yaitu frase 'that's what i do'. jika dihubungkan dengan bagian kedua yang telah diulas di atas yang menggunakan 'that's what i'll do', bagian ini yang menggunakan tenses simple present seperti menyebutkan bahwa sekarang dan nanti, selamanya, dia bakal terus terikat secara perasaan dengan si cewek. mau hidup, mau mati, dia tetep sayang sama si cewek.


and I know I was wrong
but I won't let you down
Oh yeah, yeah, yeah I will, yes I will
bagian ini  adalah bagian dimana si cowok mengemukakan humble opinion tentang keadaannya ke si cewek. perpindahan dari ' i won't' ke 'i will' adalah yang menyebabkan saya berpikir seperti itu. dia juga seakan menegaskan dia berpikir dia adalah sesuatu yang tak sempurna buat si cewek.


i say 'oh'
i cry 'oh'
 di bagian ini anda akan mendapati pergantian kata 'say' menjadi 'cry'. sebagaimana tadi saya asumsikan 'oh' is the moaning of the boy, perubahan ke bentuk 'cry' adalah penegasan meluapnya emosi cowok itu. dia beneran teriak dan mungkin menangis menyesali perbuatannya. coba gunakan perasaan anda. jika anda menyetir sendiri dalam mobil dan anda sedang ada masalah yang anda nilai sangat serius terutama menyangkut kehilangan sesuatu yang paling berharga, pasti pikiran anda akan berputar-putar sendiri dan anda akan bereaksi dengan berteriak atau memukul-mukul untuk meluapkan emosi dan beban pikiran. semacam itulah menurut saya apa yang terjadi di sini. sebagai tambahan, bagian ini adalah bagian di mana sebuah lagu mulai menjajaki letak emosi puncak dari lagu tersebut.

and i saw sparks
yeah i saw sparks
and i saw sparks
yeah i saw sparks
sing it out
la la la la, oh
la la la la, oh

saya menggabung bagian final dari lagu ini karena saya anggap berhubungan. inilah bagian yang menyantumkan kata 'sparks' atau percikan yang menjadi judul lagu ini. nah, asumsi saya tentang kata sparks ini adalah benar-benar percikan api. dari mana? dari mobil si cowok. jadi di sinilah cerita ini meletakkan main point. bagian ini juga memberi saya 2 asumsi yang menyebabkan adanya 2 versi dari cerita yang di bawa lagu ini. juga tidak lupa tentang bagian 'sing it loud' bla bla bla yang membawa dan malah menjadi pemisah antara dua versi kisah ini. 1) si cowok mengendarai mobilnya carelessly dan akhirnya kecelakaan. sebenarnya dari awal si cowok sudah kepikiran 'maybe it's better off if i die' dan akhirnya dia beneran mati. dia mungkin mengendarai mobilnya dengan lack of concentration because of his problem dan akhirnya entah itu menabrak tiang listrik, tertabrak bus, jatuh ke jurang, atau apapun yang akhirnya mobilnya meledak. sing it loud di situ adalah bentuk 'terimakasih' dia karena dia sudah dimatikan dan dia bisa selain lepas dari masalah, dia bisa terus menjaga si cewek dari belakang dengan jadi guardian angelnya. 2) si cowok sengaja bunuh diri karena dia gak kuat kalau berpisah dengan sesuatu yang disayanginya. akhirnya dia bunuh diri dengan niat kalau memang dia tidak di terima sebagai seseorang di hidup si cewek, dia bakal menjaga dia terus dengan jadi guardian angelnya si cewek.  lebih baik mati dan bisa terus menjaganya daripada harus berpisah dengan si cewek. dan sing it loud di sini adalah pesannya buat orang yang peduli dengan kematiannya buat tetap cheer up, gapapa dia mati, karena dia bahagia. begitu menurut pemikiran saya.

intinya, pemikiran saya tentang lagu ini adalah seorang cowok yang mati dan menjadi pelindung si cewek yang mau berpisah sama dia. dia merasa beruntung karena dengan mati dia bisa terus menjaga si cewek. perbedaan tenses di lagu ini saya pikir adalah sebuah pertunjukan dimana Mr. Martin membuatnya satu lagu untuk satu kisah yang terbagi dalam beberapa sequences yang berurutan. jadi menurut saya pertama dia punya masalah yang belum ada action apa-apa dengan penggunaan 'will'. selanjutnya dia mikir aneh-aneh selama perjalanan dan kejadian yang dialaminya selama itu setelah adanya action dari pihak perempuan dengan penggunaan simple present. untuk yang terakhir di bagian 'i saw sparks', dipakailah past tense yang menurut saya adalah penceritaan oleh arwah si cowok yang telah melihat percikan itu.

mungkin penjelasan point of view saya kurang jelas, tapi saya rasa secara garis besar anda dapat menarik alur cerita sendiri seperti yang saya maksud.

dan satu hal yang saya tambahkan di sini, yaitu pemikiran saya tentang kalimat 'i saw sparks'. saya membayangkan si cowok melihat percikan api yang sekejap waktu mobilnya meledak dan sesaat kemudian his memories intertwine. saya sangat suka dengan penggambaran memory yang intertwining seperti film Armageddon itu. dan yang menjadi tambahan adalah saya selalu membayangkan bahwa cowok itu tersenyum menghadapi kematiannya karena dia telah melihat kembali kenangan indah di antara memory yang intertwining tersebut. karena itulah, image yang terbangun di otak saya terhadap kalimat 'i saw sparks' adalah kedamaian dan ketenangan mutlak, rasa aman karena tak bisa lagi tersakiti, keindahan kenangan, another beautiful life, juga rasa terimakasih kepada semua hal yang kita ketahui karena telah memberi hidup yang indah.

yeah, i saw sparks.

0 comments:

Post a Comment